Simple Skincare Routine (April 2017)

Assalamu’alaikum. Selamat Hari Raya Idul Fitri! 😆

1

intro

Apa kabar kalian dan kulit kalian? Mengenai kesehatan kulit wajah, baru-baru ini saya sadar bahwa semakin umur saya nambah, maka nambah juga masalah dan beban hidup di wajah saya. Tapi, bukan berarti saya nyerah dengan keadaan kulit saya yang saat ini.

Jadi gini, di antara Februari dan Maret itu, saya nggak ngerti kenapa, tiba-tiba di muka saya muncul jerawat mantan bintik-bintik kecil-kecil mirip jerawat dan gatal di pipi, merah pula. Masalah nggak sampai di situ aja. Muka saya juga jadi sensi sama debu, asap, dan sinar matahari. Annoying banget deh kalau lagi berkendara.

Saya pikir penyebabnya gara-gara sheet mask yang nggak cocok atau karena obat yang saya konsumsi saat itu. Ternyata bukan. Setelah saya inget-inget lagi, suspect pun jatuh kepada masker kunyit bubuk. Selama Februari-Maret, saya memang lagi centil-centilnya memakai masker kunyit bubuk atas “anjuran” dari para beauty guru di yucup. Bukan salah kunyitnya sih, tapi salah dari mana kunyit bubuk tersebut berasal. Saya menggunakan kunyit bubuk yang sudah jadi dari pasar tradisional. Entah karena proses pengolahan kunyit bubuk tersebut memang serampangan atau ada “bahan tambahan lain” yang dicampurin dalam si kunyit bubuk itu, yang menyebabkan reaksi alergi pada kulit muka saya.

IMG_0262

Saya kurang tahu apakah itu jerawat atau apaan(?) yang jelas si bintik-bintik itu gatal sekali. Maaf ya kalo serem.

Maksud hati ingin menghilangkan blemish, yang terjadi malah sebaliknya. Selama reaksi alergi itu, dengan bodohnya saya tetap rutin menggunakan masker kunyit bubuk dengan pikiran, “udah, mungkin aja ini cuma reaksi purging atau apalah buat ngeluarin racun dari dalam” jadi tetap saya terusin. Tapi semakin lama, kok proses “purging”-nya nggak berhenti sih? Wah, ada yang nggak beres nih. So I decided to stop using that mask about 1 to 2 weeks until my face started to back into normal condition. YAY! Meski bekas-bekasnya masih ada sih, but at least udah nggak gatal dan merah-merah lagi. I think this is my worst skin care experience.

FRTGTIUH

Masih ada beberapa bintik, tapi perawatan masker kunyit udah saya hentikan di sini.

TAPI, bukan berarti masker kunyit nggak sehat lho ya. Masker kunyit itu banyak manfaatnya. Hanya saja kalau kalian hendak mencoba masker kunyit, usahakan beli kunyit bubuk yang udah terjamin kemasan dan kwalitasnya. Banyak kok dijual di pasar-pasar modern. Atau kalau kalian rela merempongkan diri, kalian bisa parut kunyit, ambil sarinya, lalu campurkan dengan bubuk oatmeal (yang sudah diblender dan diayak). Boleh juga dicampur madu dan minyak zaitun. Hanya saja opsi kedua ini agak risky karena sari kunyit akan meninggalkan bekas kuning pada kulit dan pakaian. Jadi, siap-siap jadi minion ya? LOL.

VNFJVNFDGNG

Sebenernya sampai sekarang blemishes di muka saya masih ada sih, tapi Alhamdulillah udah gak sensi lagi sama debu, asap, dan sinar matahari.

Okay, sorry for long preambule. Inilah produk-produk skincare yang saya gunakan baru-baru ini. Nggak begitu banyak sih. Kemaren-kemaren saya cuma gunakan masker bubuk nature organic, masker ovale, facial wash dee dee, dan minyak zaitun olio sasso. Kemudian saya ngerasa kalau perawatan tersebut masih kurang ampuh buat mengatasi masalah saya di atas itu. Jadi saya coba-coba menambahkan beberapa produk yang bisa dibilang, saya gak begitu yakin untuk memakainya karena saya nggak terbiasa dengan long steps skincare like other girls do.

2

Harga bersahabat 😁

  • Pertama-tama saya cuci muka (2 kali sehari).
  • Setelah itu saya apply toner menggunakan kapas.
  • Setelah toner, oleskan minyak zaitun.
  • And then apply day/night cream.
  • Sebelum keluar rumah, saya olesin sun screen dulu.
  • Untuk perawatan mingguan, saya menggunakan masker ovale varian bengkoang, masker nature organic varian banana soy milk, dan sheet mask (lupa fotoin, hehe).
3

Yang paling kiri itu udah saya pakai sejak lama

Dalam postingan ini saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Home Tester Club Indonesia yang sudah memercayakan saya (dan beberapa member Home Tester Club Indonesia yang lain) untuk mencoba dan mereview pelembab Pond’s ini (check my review here). Awalnya saya ogah-ogahan memakainya karena saya belum terbiasa dengan moisturizer. Tapi karena worst nightmare ini, maka saya beranikan diri untuk mencobanya sekali lagi. Dan alhamdulillah hasilnya lumayan. Muka saya nggak berubah jadi Raisa putih kinclong sih, tapi minimal bekas-bekas “mimpi buruk” yang saya ceritakan di atas perlahan memudar dan warna kulit saya jadi merata juga lho. Memang butuh kesabaran dan ketelatenan dalam merawat kulit. Sometimes boring, indeed. Tapi kalau sudah merasakan hasilnya, kenapa nggak dilanjutkan saja? Iya kan?

4

Saya kalau pakai ini semua, dikit-dikit aja. Yang penting rutin.

NOTES:

  • Postingan ini bukan ajang promosi brand skin care. Hanya sekadar berbagi cerita.
  • FYI, tipe kulit saya normal dan (agak-agak) kering.
  • Rangkaian skin care di atas cocok untuk saya, tapi belum tentu cocok di kulit pemirsah sekalian. Ada baiknya kalian melakukan pencarian lebih banyak sebelum menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit kalian.
  • Kondisi kulit masing-masing orang berbeda-beda.
  • Dalam penggunaan skin care, pasti ada trial and error. Jadi, jangan berkutat pada satu skin care saja. Usahakan cobain macam-macam skin care (selama brand skin care itu jelas dan tepercaya). Untuk urusan yang satu ini, sering-seringlah nongkrong di situs Female Daily.
  • Sesungguhnya postingan ini sudah lama terpendam di draft sejak April lalu. Tapi baru sekarang saya bisa menerbitkannya.
  • Maaf kalau ada beberapa teks dan foto yang kurang nyambung. Saya gak pandai berkata-kata 😌
  • Terima kasih sudah membaca dan menyimak.

 

2 thoughts on “Simple Skincare Routine (April 2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s